Proyek “Catatan Pertemuan”

Melewatkan satu tahun setengah menjadi seorang jurnalis televisi tanpa satu pun dokumentasi, menurut saya, adalah sebuah kepicikan, sebuah upaya untuk mengubur cerita sejarah. Sementara saya masih sangat ingat salah seorang senior di awal-awal kuliah di Sejarah UNY pernah bilang “Setiap orang adalah pembuat sejarahnya sendiri-sendiri. Siapa yang tidak menghargai sejarah, berarti ia tidak menghargai dirinya sendiri.”

Dan kalimat itu terus terngiang-ngiang hingga sekarang, setelah hampir empat tahun lulus kuliah.

Barangkali itu adalah satu-satunya alasan—selain sebuah artikel di The Guardian yang berjudul “Pele, Cruyff, Best and Barnes: our reader’s best stories about meeting footballers”—kenapa saya membuat proyek pribadi ini. Proyek ini, dalam bayangan saya, sejatinya hanya remeh temeh belaka. Tapi jika dilupakan, saya yakin, saya bakal merugi. Saya menaimanya sebagai proyek “Catatan Pertemuan”, yang berisi catatan-catatan pertemuan-pertemuan saya dengan atlet-atlet Indonesia—juga mancanegara—yang saya temui selama satu tahun setengah saya menjadi seorang wartawan televisi olahraga.

Ya, tulisan ini nantinya akan berbentuk serial.

Proyek ini nantinya akan berisi ingatan-ingatan saya seputar pertemuan-pertemuan itu: tentang suasana, tentang orang-orangnya, tentang momennya, tentang mobil yang saya tumpangi, tentang kamera yang dipakai kameramen saya, tentang banyak hal, wes.

Sebagai catatan, tidak semua atlet yang pernah saya temui adalah atlet-atlet papan atas. Bahkan sebagian besar dari mereka adalah atlet-atlet pupuk bawang yang tengah mengembangkan karier keolahragaannya. Mereka bercerita tentang akses, mengeluh tentang sarana dan prasarana, tentang bonus yang tidak cair-cair, tentang segala hal.

Sepertinya saya harus bekerja keras untuk mengerjakan proyek. Bagaimana tidak, naskah-naskah liputan yang pernah saya tulis tentang mereka—yang paling tidak berguna untuk menunjukkan sedang dalam momen apa—itu saya taruh entah di mana. Sebagian ada di komputer kantor lama, sebagian lagi hilang belum lama.

Tak apalah, karena ini proyek suka-suka, maka saya akan mengerjakannya dengan suka-suka, ya, meski dengan target tentunya. Berapa artikel dan kapan serial tulisan ini akan rampung, hanya Tuhan sepertinya yang tahu. Apakah saya tahu? Tentu tidak, lah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s