Penis Hermansyah dan Sepakbola Indonesia

Tak tanggung-tanggung, Komisi Disiplin PSSI yang dikangkangi Hinca Panjaitan akhirnya menjatuhi hukuman 6 bulan skorsing dan denda 25 juta kepada Hermansyah. Hermansyah, pelatih kiper PS Bangka, tertangkap kamera saat mengeluarkan penisnya di lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan pelatih. Dia dianggap telah mencederai sportifitas dalam sepakbola Indonesia. Klise, sih.

Sontak, seluruh lensa dan kamera media-media tertuju kepadanya. Semuanya menghujatnya, mengatainya sebagai mantan pesepakbola yang tak sportif, mencederai fair-play, dan sebagainya. Saya juga sempat kaget saat mendengar berita bahwa Man–sapan Hermansyah–dengan gagahnya menunjukkan adik-kecil-terkurung-nya itu di depan khalayak. Sebuah langkah berani ataukah sembrono?

Nama Hermansyah pertama kali saya dengar dari mulut bapak saya. Ia adalah penggila bola sejati–menurutku dan kakakku–yang mengenal Hermansyah laiknya dia pernah hidup di kota besar. Bapak saya adalah salah satu orang yang ngefans sama kiper berdarah Tionghoa ini. Dia suka berbusa-busa saat berbicara mengenai kiper yang hampir pernah membawa Indonesia masuk ke putaran final Piala Dunia 1986 itu.

Samar-samar, nama Hermansyah juga sering saya jumpai di tabloid-tabloid sepakbola–saat itu ramai adalah GO dan Bola–yang sering dibeli kakak saya, dulu. Salah satu rubrik yang saya suka adalah Ole-nya Bola, yang memang menyajikan ulasan khusus tentang sepakbola Indonesia. Dan nama Hermansyah saya temuka di sana. Kalau tidak salah, waktu itu Man masih bermain di Bandung Raya. Saat itu saya sudah mulai menikmati pertandingan sepakbola di tivi-tivi, tapi saya tidak benar-benar yakin pernah melihat Man bermain atau belum? Seharusnya sih sudah. Hehe..

Sampai akhirnya saya benar-benar melihat aksi Hermansyah di Milan Glory 2010. Bersama Ricky Yacobi, Hermansyah bermain sebagai pemain pengganti.Bapak saya bilang dia sudah jauh lebih gemuk dari dulu. Kakak saya mengamini. Beberapa saat sebelum memasuki lapangan, ia sempat melambaikan tangan ke arah penonton. Mereka menyambutnya meriah. Apakah penonton-penonton itu mengenal kiper berkumis ikonik itu? Saya kok ragu ya…

Dalam laga yang dimenangi oleh orang-orang tua Milan itu, Hermansyah tidak tambil meimukau. Pergerakannya sudah lamban, bentuk badannya tidak meyakinkan. Yang khas mungkin teriakan-teriakannya sebagai seorang mantan kiper nomer satu Garuda.

Cerita-cerita bapak saya tentang Hermansyah rasanya tidak berlebihan. Terima atau tidak, Hermansyah adalah satu dari (sekitar) lima kiper legendaris yang dimiliki oleh Indonesia. Ia disejajarkan dengan Maulwi Saelan, Ronny Pasla, Yudo Hadianto, dan Eddy Harto. Prestasinya pun tak usah diragukan lagi. Seperti yang saya singgung tadi, ia hampir membawa Indonesia masuk ke putaran final Piala Dunia 1986, sebelum akhirnya kalah dari Korsel di partai penentuan kualifikasi Zona Asia. Indonesia yang memimpin grup 3A, dibantai Korsel si juara grup 3B dengan agregat 5-1.

Jangan pernah lupakan juga prestasi Hermansyah saat membawa Bandung Raya menjadi juara Liga Dunhill pada 1995. Sebelumnya, ia memberi dua gelar Galatama berturut-turut kepada Pelita. Di bawah mistar, Man dikenal sebagai rajanya menblok tendangan pinalti.

Sekilas, ulahnya mengeluarkan penis di tengah lapangan memang menjijikkan. Kesannya amoral. Tapi, kita semua mafhum, apa yang dilakukan oleh Hermansyah adalah bentuk ketidakpuasannya terhadap kinerja wasit yang memimpin pertandingan. Yang kemudian saya tanyakan adalah mengatakan bahwa tindakan Hermansyah mengeluarkan penis termasuk dalam kategori mencederai fair-play dengan anggota tubuhnya.

Apa benar mengeluarkan penis termasuk tindakan tidak sportif? Lebih tidak sportif mana dengan menghantam salah satu kesebelasan dengan keputusan-keputusan aneh sang wasit? Lah, bukannya induk semang sepakbola Indonesia, PSSI, lebih tidak sportif lagi? Nah, sportifitas yang seperti apa yang dimaksud ya?

Jujur, saya gagal paham.

Tabik!

Jakarta, 22 Agustus 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s