Gus Ji

Konon dia memperoleh keahlian itu dari Gumuk Tumpang. Orang di kampungku lebih suka menyebut bukit dengan istilah gumuk. Dari kabar yang beredar, sebuah tutup cangkir yang dia temukan di bukit yang tepat di belakang rumahku itu telah memberinya kelebihan yang tak dimiliki oleh orang lain di desaku.

***

Gus Ji, begitu dia dipanggil. Seperti halnya orang-orang di kampungnya yang tak memilih untuk pergi ke Malaysia, Gus Ji lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah merawat binatang. Membuat sangkar untuk burung-burung di kala senggang. Ngangsu di kala sore. Serta mendengarkan sandiwara radio jika malam telah tiba.

Saya tak tahu persis kapan Gus Ji mulai buta. Tapi jika melihat sekilas pada kontur matanya, buta yang dialami Gus Ji adalah bawaan sejak lahir. Orang lebih mengenal Gus Ji sebagai tukang pijat panggilan. Dia akan mendatangi rumah-rumah siapa saja yang memintanya untuk memijat badannya. Tidak ada patokan pasti berapa biaya yang diminta.

Ada yang pernah bilang, selain pintar memijat kentol yang kecapekan, ada beberapa hal unik yang mampu dia lakukan. Unik? Iya lah. Bayangkan saja, Gus Ji bisa naik sepeda onthel. Kurang sangar apa dia, seorang buta tapi bisa belajar naik sepeda onthel. Tidak hanya itu, masih ada beberapa hal tak lazim lain yang mampu dia lakukan. Seperti yang saya utarakan di awal tulisan ini, Gus Ji bisa membuat sangkar burung, beberapa kali ngambil air di sendang yang ada di selatan desa, dan yang paling bikin sangar adalah yang ini…

Syahdan, sautu hari Gus Ji sedang mengambil kayu rencek di hutan selatan desa. Perlu diketahui, kegiatan mengambil kayu di hutan sudah menjadi rutinitas turun-temurun di kampung saya. Kawasan hutan yang begitu luas di selatan desa tentu saja menjadi menu harian yang lezat untuk dijamah. Tidak hanya itu, kayu-kayu yang ada di sana juga memberi sumbangsih yang tak kecil untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari warga kampung saya.

Belum lagi, keberadaan jubung yang pernah menjadi salah satu ikon kampung saya. Tidak mungkin tidak, jubung yang serupa monster raksasa selalu membutuhkan kayu agar batu yang ada di dalamnya menjadi gamping. Meski saya tidak sempat merasakan masa-masa kejayaan jubung di kampung saya, tapi saya tahu bahwa jubung tak mungkin dipisahkan dari kayu.

Musuh utama dari tukang jubung dan tukang pencari kayu rencek adalah mandor. Iya, mandor hutan.

Kembali ke Gus Ji, suatu hari Gus Ji tengah mengambil kayu. Di tengah asik-asiknya kegiatan itu, katanya ada mandor yang lagi keliling. Siapa tahu ada yang bisa dimangsa.

Tidak tahu ini benar apa salah, Gus Ji mengetahui kedatangan para mandor tersebut. Tentu saja dia tidak mau dong ditangkap oleh aparat hutan itu, oleh karena itu, dia memutuskan untuk memanjat pohon yang ada di dekatnya. Terbukti, keputusannya itu tepat. Gus Ji selamat dari mandor. Jika benar itu terjadi, dari mana dia tahu bahwa ada mandor yang tengah mendekat ke arahnya? Apakah itu dorongan dari alam bawah sadarnya kah?

Informasi lain juga menyebutkan bahwa Gus Ji bisa membuka pintu yang terkunci hanya dengan meniupnya saja. Coba bayangkan, berapa besar kadar tiupannya sehingga mampu membobol pintu yang terkunci? Bukan, bukan membobol, tapi membuka pintu yang terkunci, tanpa membobolnya. Kita bisa membayangkan, tiupan ajaib Gus Ji itu perlahan-lahan masuk ke rongga-rongga daun pintu. Setelah itu, hembusan tadi pelan-pelan mengeser engsel yang menjadi biang terkuncinya pintu tersebut. Dan bim-salabim, pintu terbuka begitu saja.

Konon, Gus Ji memperoleh kemampuan itu dari gumuk Tumpang. Gumuk adalah nama istilah lain warga kampungku untuk menyebut bukit. Pada suatu ketika, tanpa disengaja Gus Ji menemukan sebuah tutup cangkir. Menurut kabar yang beredar, tutup cangkir itulah yang mempunyai kontribusi lebih terhadap kemampuan lebih Gus Ji.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s