Tetangga yang Benar-benar Berisik dan Menyebalkan

Tiba-tiba badan ini bergetar begitu saja. Sejurus kemudian, tangan ikut mengepal dan meninjunya ke depan, sembari berteriak; yes! Momen itu terekam olehku sesaat setelah Kun Aguero melesatkan tendangan keras menghujam gawang QPR, dan gol. Gol yang begitu istimewa bagi Kun, mungkin. Gol yang menjadikan Man. Ciy untuk kali pertama setelah 44 tahun merasakan megahnya menjadi penguasa Inggris.

Saya bukanlah penikmat Liga Inggris yang baik dan benar.  Jujur, saya adalah satu dari segelintir manusia yang membenci cara tim-tim Inggris bermain. Tapi entahlah, rasa itu tiba-tiba muncul. Rasa bahagia karena City berhasil memungkasi tahun istimewanya. Rasa yang tak biasa jika Manchester Merah atau Arsenal yang menjadi juara. Rasa yang aneh.

***

Kadang banyak yang sinis jika melihat sebuat klub sepak bola jor-joran mengeluarkan duwit untuk mendapatkan prestasi yang tak kunjung datang. Memang, modal besar tidak menjadi jaminan utama sebuah tim menjadi juara. Tapi di era sepak bola modern seperti saat ini, menurutku, segala sesuatu bisa ditempuh, selama itu tidak menyalahi batas-batas damarkasi yang disepakati, termasuk di dalamnya penanaman modal yang gila-gilaan.

Dan City membuktikan, modal yang sangat besar yang telah dikeluarkan pemodalnya membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. Sederet pemain bertalenta dan bernama besar didatangkan satu demi satu. Gaji besar dijanjikan. Tujuannya jelas, biar si pemain mau sepenuhnya loyal kepada tim. Saya sepakat dengan salah seorang kawan yang mengatakan bahwa tim adalah segala-galanya. Tapi tim juga harus tahu bagaimana caranya biar si pemain mau berbuat apapun buatnya, termasuk menggelontorinya dengan jutaan pounsterling.

Namun, tim Syaikh Mansur ini tidak begitu saja mendapatkan bunganya. Perlahan tentunya. Butuh tiga tahun untuk menjadikan City diterima di komplek barunya. Komplek yang khusus dihuni oleh tim-tim yang dianggap elit. City harus menjadi anak baru dulu di komplek barunya, yang grusak-grusuk mencari teman sepermainan.

Upaya itu mulai menunjukkan hasilnya pada pertengahan 2011 lalu, pengakuan bermula setelah berhasil menggondol FA Cup 2011. Tidak mau berhenti sampai situ, gelontoran uang terus digenjot. City memulai musim 2011-2012 dengan membusungkan dada. Koar-koar juara diumumkan ke mana-mana, ke media-media kenamaan dunia. Pertandingan per pertandingan berlangsung sesuai dengan keinginan seluruh elemen tim. Keriangan itu mulai tampak sampai menjelang pertengahan musim.

Tapi, sekali lagi, mental belum sepenuhnya sreg dengan keberadaan City di puzzle-puzzle liganya. Rentetan hasil mengecawakan mereka torehkan, yang menjadikan kakak haram mereka, Man. United, kembali pasang badan untuk back to back. Di penghujung April, MU unggul 8 poin dari City.

Berbagai upaya dilakukan untuk tetap menjadi kandidat terkuat perengkuh juara. Perang urat nadi atau yang kerap disebut psywar segera dilancarkan. Pelakunya adalah Roberto Mancini, menejer City. Pujian dan sanjungan dilancarkan pria Itali itu pada rival terdekatnya, “MU pantas menjadi juara,” kira-kira demikian ungkapan Mancini.

Belakangan, taktik ini terbukti manjur, bahkan Yaya Toure memuji kelakuan bosnya itu. Pria Pantai Gading itu berujar “saya pikir Mancini benar-benar tepat. Sekarang dia layak mendapatkan segalanya atas usahanya. Dia seorang pria yang luar biasa yang selalu berjuang untuk membantu para pemainnya mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Saya pikir, semua yang dilakukan sungguh fantastis.”

Mancini dan anak-anak mahalnya lantas menjadikan City yang tadinya hanya sekadar Tetangga Berisik menjai tetangga yang benar-benar berisik sekaligus menjengkelkan. Capaian-capaian yang pernah dirasakan pada kisaran 1960-1970an kiranya bisa diwujudkan lagi.

Yah, sebenci apapun saya kepada Liga Inggris, tak pantas rasanya jika tidak angkat topi pada City, yang berhasil menyeruduk dominasi tim-tim empat besar Inggris.

Tabik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s