Menyoal Kembali Hari Pers Nasional

Hari ini, mungkin beberapa instansi media di Indonesia tengah hiruk merayakan Hari Pers Nasional yang ke-27. Pelbagai kemeriahan pastinya sudah menjadi agenda rutin yang kudu dilakoni. Bagiku itu lumrah. Namun demikian, ada semacam ketidalterimaan di hati kecil ini untuk mengakui bahwa hari ini, tanggal 9 Februari, sebagai Hari Pers Nasional.

***

Dulu, tahun 2007, ketika pertama kali saya masuk ke sebuah lembaga pers mahasiswa paling sangar se-antero namec, LPM Ekspresi, saya dikenalkan dengan Aliansi Jurnalis Independen alias AJI, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia alias PPMI, dan (juga) Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI.Tidak hanya itu, kode etik yang bergandengan dengan masing-masing lembaga juga diperkenalkan. Ya. Materi Kode Etik Jurnalistik telah dimulai.

Di lembaga pers yang saya ikuti juga, setiap akhir Desember selalu bersiap-siap untuk menyambut sebuah hari besar, yang akan terjadi tiap 1 Januari. Ya, namanya saja hari besar, pasti persiapannya juga besar dong. Selanjutnya, hari besar itu sering disebut dengan Hari Pers Nasional. Alasan historisnya adalah, karena pada tanggal ini juga sesepuh kita Tirto Adhi Soerjo, resmi mendirikan Medan Prijaji sebagai koran pertama milik Pribumi. Cukup.

Setelah itu, muncul kebingungan. Karena sebulan setelahnya, ada perayaan serupa, dengan nama serupa; Hari Pers Nasional, yang bertanggal 9 Februari. Sontak muncul pertanyaan ikhwal silang-sengkarut ini. Usut punya usut, dua hari besar (yang) sama itu akibat adanya dualisme dalam tatanan hirarkis dunia jurnalistik; AJI dan PWI.

Katanya, AJI lebih independen, dan PWI kepanjangan tangan dari pemerintah. Saya kurang begitu paham, kepanjangan yang seperti apa yang dimaksud. Yang jelas, PWI lebih toleran terhadap tindak-tanduk pemerintah yang terkadang seenak udelnya.

Beberapa pihak keukeuh menginginkan hari pers nasional tetap dilaksanakan tanggal 1 Januari. Alasanya cukup logis. Seperti yang telah disinggung di awal tadi, pada tanggal itu merupakan tonggak bersejarah bagi perkembangan dunia pers Indonesia. Ya, itung-itung menghargai jasa besar Minke, alias Mbah Tirto.

Nasi sudah menjadi intep, pemerintah yang latah udah kadung meng-SK-kan peringatan hari pers per tanggal 9 Februari. Sekaligus memperingati hari ulang tahun lahirnya PWI, lembaga tertinggi yang memayungi insan pers “pemerintah”.

Kasihan Mbah Tirto, pemerintah sudah tidak peduli lagi dengannya.

Tabik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s