Kopi Susu

Ini adalah kopi susu ternikmat yang pernah saya coba. Yang saya racik dengan tangan saya sendiiri. Bukan maksud narsis. Ini hanya sebuah pencapaian, yang menurut saya, patut saya banggakan. Selama ngopi,kopi susu adalah menu yang kerap saya hindari. Alasannya? Saya belum bisa menikmati campuran dua senyawa itu. Kedua, karena harga kopi susu di warung-warung kopi, kerap lebih mahal ketimbang kopi biasa atau kopi manis.

Namun cerita berbeda berhasil saya torehkan kemarin, dan saya lanjutkan malam ini, di meja bangsat ini. Begini;

Sekitar pukul delapan pagi, saya berangkat ke tempat kerjaan. Selain kerana sudah jamnya, keinginan saya lekas sampai adalah ingin segera ngopi. Sesampainya di tempat kerjaan, hal pertama yang saya lakukan adalah bergegas menuju laci meja kerjaku. Kubuka perlahan. Seikat kantong kertas berkaret bertuliskan nama warung kopi kenamaan di Jogja saya ambil. Gula yang tinggal beberapa sendok pun tidak ketinggalan. Tinggal mencari gelas beserta sendok bengkok kesayangan.

Tidak bereselang beberapa lama, seorang kawan memanggil. “Ni ada susu sachet, Bib,” teriaknya.

“Saya pakai buat kopi susu aja ya susunya?” tanyaku.

“Baiklah. Tapi berdua ya?” sahutnya.

Berbarengan dengan sebuah anggukan, saya terima susu sachet-an tadi. Segera mencampuranya dengan takaran kopi yang saya pelajari dari beberapa warung kopi pojokan gang. Perlahan susu saya tuangkan, sembari sesekali menjilati lelehannya yang begitu menggiurkan.

Campuran susu dan kopi tadi saya siram dengan air panas ciptaan dispenser abal-abal bikinan Cina. Ya, kira-kira 80 sampai 90 derajar celcius saja. Tapi cukup untuk melarutkan campuran dua elemen tadi. Saya aduk perlahan. Penuh dengan ketelitian dan kesabaran, karena ini adalah kopi susu pertama yang pernah saya buat.

Dengan sedikit ragu, saya beranikan diri untuk mencecep seduhan kopi susu percobaan itu.

Cecepan pertama membawa saya ke sebuah tempat dimana saya pernah sesekali mencoba meminum kopi susu. Di cecepan kedua, romantisme itu semakin kentara. Ketiga. Keempat. Dan saya menyimpulkan, ini adalah kopi susu tersukses yang pernah saya buat. Mamamia…

Meski saya merasa telah sukses meracik kopi susu nikmat, bukan berarti saya akan berpaling dari kopi hitam pekat, yang tiap harinya saya santap. Campuran kopi dan gula, menurutku, tetap jauh lebih syahdu dari pada kopi dan susu.

Selamat datang kopi susu baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s