Tentang Perasaan Adam

Bagaimana perasaan Adam?

Kira-kira apa perasaan Adam ketika pertama kali dicitakan Tuhan sebagai Manusia. Bersedihkah dia? Atau malah bersuka cita. Aku yakin pertanyaan ini sangat sepele, hanya seputar perasaan “manusia” saat pertama kali tercipta. Pastinya jawabannya kalau tidak senang, ya sedih. Atau bisa juga, biasa-biasa saja. Ini hanya soal perasaan suka atau tidak suka. Senang karena dia diciptakan di surga yang konon indahnya luar biasa. Bisa juga sedih, lantaran dalam suratan takdirnya dia akan dijebloskan ke bumi yang sebelumnya dihuni oleh sebangsa dinosaurus dan keluarganya.

Begitu juga dengan perasaan Adam saat tiba-tiba di sampingnya muncul sesok manusia berdada lebih besar dari dia, berparas mempesona—mungkin, berpinggul padat, dan yang kemudian dikenal dengan perempuan. Dalam cerita-cerita Nabi, tidak ada detail yang membincangkan perasaan Adam. Kalau dia memang manusia seperti kita, pastinya dia akan senang dengan diciptakaannya Hawa. Kalau dia memang benar-benar lelaki, pasti akan muncul hasrat untuk bercumbu dengannya. Toh Hawa benar-benar perempuan. Tidak ada sumber yang mengatakam dia lesbi atau penyuka sesama jenis, karena dialah satu-satunya perempuan yang ada di surga saat itu. Yang lainnya, Malaikat, Jin, dan Iblis.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana perasaan Adam saat dia harus dijebloskan ke lembah nista bernama Bumi? Dalam sebuah surat al-qur’an disebutkan tengah terjadi sebuah dialog seru antara malaikat dan Tuhan, Allah. sebelum menciptakan Adam, Tuhan memberitahu para malaikatnya, bahwa akan ada “khalifah” di bumi. Malaikat menyela dengan mengatakan bahwa manusia hanya akan melakukan kerusakan dan kekacauan belaka.

Surat dalam qur’an itu menandakan, meski Adam diciptakan di surga, tetap saja dia akan ditempatkan di sebuah tempat nan elok, yang penuh dengan adegan bunuh membunuh serta pertumpahan darah; bernama bumi.

Pertanyaan keempat, bagaiamana perasaan Adam saat mengetahui kedua putranya, Qabil dan Habil saling membunuh hanya kerana memperebutkan siapa yang berhak untuk menyunting “saudara kandung” mereka, iqlima. Korban mereka berdua yang berupa hasil alam, tampaknya tidak membawakan hasil yang memuaskan. Maka, pertumpahan darah menjadi jalan terakhir. Beberapa pakar sejarah agama bilang, bahwa ini adalah peristiwa pembunuhan pertama kali di bumi. Ini adalah kali pertama pertama seseorang memperebutkan perempuan. Mungkin dari sinilah, asumsi yang mengatakan bahwa perempuan adalah sumber masalah bermula. Iqlima menyebabkan pembunuhan Qabil oleh Habil.

Pembunuhan Habil oleh Qabil juga menandakan bentuk keserakahan manusia atas manusia lainnya. Keserakahan akan harta, keserakahan atas apa yang dianggap pantas menjadi miliknya.

Adam, Hawa, Qabil, dan Habil adalah sejarah Umat Manusia.Yang akan mengalami masa tumbuh, kembang, dan akhirnya mati berkalang tanah.

Dan akhirnya, bagaimana perasaan Adam melihat keadaan anak-cucunya yang sedemikian rupa saat ini?

Tabik!!

Jakarta, 3 Desember 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s