Perpustakaan –dari Warga untuk Warga–

Perpustakaan tidak hanya harus berupa pelayaan buku saja, tetapi bisa berupa pelayanan yang lain.

Perpustakaan Warga. Sebenarnya memang untuk warga.

Suwe ora jamu Mas! Jamu godhong telo. Suwe ora ketemu, ketemu pisan, ojo gawe gelo loh Mas!”. Lamat-lamat terdengar lagu ‘khas’ Jawa itu dinyanyikan dari salah satu sudut gedung baru Pespustakaan Kota Yogyakarta. Tidak jauh dari “Si Penyanyi” lagu itu, Aryanti tampak sibuk membimbing si ‘penyanyi’ cilik agar lagu itu dapat dinyanyikannya dengan baik, tentunya dengan lenggok dan cenggok yang tepat.

Perpustakaan Kota Yogyakarta terlihat tampak sibuk sekali. Selain harus melayani pengunjung, hari itu Perpus Kota juga diramaikan dengan kehadiran beberapa anak-anak yang akan mengikuti Final Lomba Crita Anak tingkat Provinsi. “Beberapa hari ini kita berlatih di sini (perpustakaan kota). Pihak pemerintah kota dan perpustakaan kota sendiri sangat mendukung acara ini”, jelas Aryanti, pelatih lomba cerita, setelah dikonfirmasi.

Senada dengan Aryanti, Triyanta juga menambahkan bahwa gedung baru Perpus Kota merelakan salah satu sudutnya untuk dijadikan tempat anak-anak, baik untuk sekadar menghabiskan waktu dengan buku ataupun untuk kegiatan lainnya. “Di lantai dua ada ruangan khusus anak-anak yang dikemas sesuai dengan selera anak-anak tentunya,” jelas Triyanta.

PERPUSTAKAAN Kota beridiri secara resmi pada 2 Mei 1993 dirintis dan dikelola oleh Cabang Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Yogyakarta berdasar SK Menteri Dalam Negeri RI No.9 tanggal 1 Maret 1988 tentang Pedoman Pembentukan Organisasi dan Tatakerja Perpustakaan Umum dan Intruksi Menteri Dalam Negeri No.21 tahun 1988 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembentukan Organisasi dan Tatat Kerja Perpustakaan Umum. Pertama kalinya lokasi perpustakaan ini berada di dekat ALun-alun Utara, tepatnya di Jalan Perkapalan. Akan tetapi, semenjak awal tahun 2009 Perpus Kota dipindahlokasikan ke daerah Kota Baru, tepatnya Jalan Suroto No. 9, Kota Yogyakarta.

Dipindahnya perpustakaan bukan tanpa alasan. Ketika masih di (jalan) Perkapalan kondisinya sangat memprihatinkan. Setiap harinya paling-paling yang datang bisa dihitung sama jari, ya maksimal sepuluh pengunjung”, cerita Triyanta panjang lebar. Pria yang diserahi tanggungjawab sebagai kepala bagian divisi Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan ini juga menambahkan bahwa setelah di Jalan Suroto kondisi jauh lebih lebih baik, “seharinya kita bisa menerima sampai tigaratus-an pengunjung.”

Dengan kemasannya yang baru Perpustakaan Kota Yogyakarta menawarkan sesuatu yang baru, terutama terkait dengan pelayanan kepada masyarakat. Untuk merealisasikan itu perpustakaan kota memakai jargon Dinamical Library dengan harapan perpustakaan tidak hanya mengurusi masalah buku saja. “Dinamical Library berarti Perpustakaan nantinya tidak hanya bergerak dalam bidang buku saja, akan tetapi ada hal lain yang juga harus diperhatikan. Misalnya adalah diskusi-diskusi kecil, pengembangan perpus digital, pemakaian Wi-Fi dan pastinya pembaharuan koleksi perpus,” jelas Triyanta.

Pustakan untuk Anak-anak dan Yang Berkebutuhan Khusus

Salah satu fasilitas menarik yang ditawarkan oleh Perpustakaan Kota adalah perhatian lebih terhadap perkembangan minat baca bagi anak-anak usia dini. Selain koleksinya yang lumayan lengkap, ada salah satu sudut yang dirancang memang khusus untuk menfasilitasi anak-anak. Selain bisa membaca, kondisi ini bisa memberi rasa nyaman kepada mereka. Ferli misalnya. Perempuan yang mengaku pernah kuliah di UMY ini mengajak anaknya ke perpus kota minimal dua kali dalam sebulan, “Sebenarnya koleksi untuk anak-anak disini tidak terlalu lengkap, namun yang menjadi nilai lebih adalah fasilitas untuk anak-anak, sehingga merasa nyaman untuk berlama-lama di perpustakaan,” katanya.

Meskipun demikian, pengunjung anak-anak di Perpus Kota masih belum banyak jika dibandingkan dengan pengunjung dewasa. Hal ini berbeda dengan Perpustakaan Taman Pintar. Perpustakaan yang menjadi satu kesatuan dengan taman wisata Taman Pintar ini secara fisik memang dibuat sesuai dengan selera anak-anak. Mencolok, lantainya penuh warna, dan tentunya dengan koleksi kebanyakan adalah buku anak-anak. Diantoro, penjaga perpus Taman Pintar mengaku bahwa sebagian besar pengunjung yang datang adalah anak-anak, “dari sekitar 50 pengunjung setiap harinya kebanyakan adalah anak-anak, selorohnya

Pernyataan itu juga diamini oleh Ernie Februaria, Kasie Humas dan Pemasaran Taman Pintar. “Kebanyakan pengunjung perpus adalah anak-anak, apalagi ditambah dengan perpus yang ada di Paud Taman Pintar. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkin bagi siswa SMA atau mahasiswa datang ke sini, toh perpustakaan itu tidak hanya buku melainkan juga wahana digital yang ada (di Taman Pintar)”, kata perempuan yang sering disapa Bunda ini.

Selain kepada anak-anak, perpustakaan kota juga mempunyai perhatian yang besar terhadap mereka Yang Berkebutuhan Khusus. Melalui fasilitas yang bernama Blind Corner, Perpus Kota berupaya membantu mereka untuk memperoleh informasi. “Program ini berupa seperangkat komputer yang dilengkapi dengan scanner penerjemah yang difungsikan untuk membaca isi buku dan merubahnya menjadi suara sehingga bisa didengar oleh mereka,” kata Triyanta.

***

Selain beberapa kegiatan yang sudah terlaksana, Perpus Kota saat ini lagi menggodok konsep Bank Buku. Program yang terinspirasi ide Wali Kota ini nantinya diharapkan bisa menfasilitasi kebutuhan masyarakat untuk terus membaca. “Bank Buku ini dikemas sedemikian rupa. Warga yang mau menyumbang buku akan ditampung di Bang Buku. Buku-buku yang disumbangkan tidak menjadi milik perpustakaan, akan tetapi dikembalikan lagi kepada warga-warga,” jelasnya Tri.

Tri menambahkan, bahwa selain untuk meningkatkan minat baca, program ini juga berbarengan dengang semakin banyaknya perpustakan binaan Perpus Kota di Yogyakarta, baik Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Warga, Taman Bacaan, ataupun Perpustakaan Keliling. Sebagai catatan saat ini Perpus Kota memiliki 400 Perpustakaan Sekolah, 181 Taman Bacaan Masyarakat, dan sekitar 40-an Perpustakaan Warga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s